Hidup ini seperti kelamin banci mutlak hanya sebuah pilihan
Keadaan menawarkanku diantara dua kesempatan yang sama sulitnya seperti tercekik
Aku hanya ingin hidup dengan impas tanpa imbalan yang biasa disebut pahala dan dosa
Aku hanya bisa menyuapi hidupku dengan harapan
Takdirku begini aku terbuang pahit, aku diam mungkin ini putus asa
Begitu kusamnya hidupku sampai aku setengah mati
Menanti pagi seperti makanan basi
Terlempar hebat dari kenyataan yang semakin menyudutkanku
Sendiri seperti pengecut
Nasibku terbungkus rapi bersama kesempatan hidup yang kupilih tanpa akal sehatku
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar